Rabu, 16 September 2015

Elektronika ATT IV B Bp3ip Jakarta Periode II 2015



KOMPONEN AKTIF ELEKTRONIKA

Komponen Aktif  Elektronika adalah komponen listrik yang mampu mengendalikan arus listrik akibat pergerakkan elektron yang dihasilkan dalam hampa udara hasil pemanasan (thermionic) dari logam penghantar atau hasil pemberian tak-murnian (doping) dalam zat padat (ionic)
Contoh dari komponen Aktif:
  1. Tabung Elektron (Vacuum Tube)
  2. Piranti Semikonduktor (Semiconductor Devices)
Tabung Elektron (Vacuum Tube)
Tabung elektron merupakan komponen elektronika yang berbentuk tabung silinder yang di dalam ruang hampa atau sebagian dihampakan terjadi penghantaran elektronis. Di dalam tabung electron terpasang elektroda-elektroda dan pemanas (heater).
 
Elektrode yang berfungsi sebagai sumber elektron dan diberi tegangan negatif, disebut Katoda. Sedangkan elektrode yang berfungsi untuk menarik awan elektron hasil pemanasan pada katoda dan diberi tegangan positif disebut Anoda. Elektrode lainnya adalah elektrode yang difungsikan untuk pengaturan pergerakkan elektron disebut Kisi (Grid).
Tabung elektron terdiri dari: Tabung  Diode, Tabung Triode, Tabung Tetrode, Tabung Pentode. 
 
Tabung Diode
Dioda ialah jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir J.A. Fleming (1849-1945) pada tahun 1904. 
 
Struktur dan skema dari dioda dapat dilihat pada gambar 7 di atas.
Pada dioda, plate diletakkan dalam posisi mengelilingi katoda sedangkan heater disisipkan di dalam katoda. Elektron pada katoda yang dipanaskan oleh  heater akan bergerak dari katoda menuju plate.
Tabung Triode
Pertama kali dioda ditemukan oleh seorang ilmuwan Amerika yang bernama Dr. Lee De Forest (1873-1961) pada tahun 1906, dengan menambahkan sebuah elektroda tambahan yang diberi nama control grid diantara katoda dan plate dari dioda yang sebelumnya telah dicipatakan oleh J.A Fleming

Tabung Tetrode

Tetrode ialah tabung yang memiliki 4 buah elektroda yaitu katoda, control grid, plate dan screen grid sebagai elektroda tambahan yang tidak dimiliki oleh trioda. Struktur dan simbol dari tetroda dapat dilihat pada Figure 19. 


. Tabung Penthode

Pentode dikembangkan dari tetrode dengan menambahkan elektroda ke 5 yaitu suppresor grid, sehingga pentoda memiliki lima buah elektroda yaitu katoda, control grid (g1) screen grid (g2), suppressor grid (g3) dan plate. Tujuan disisipkannya suppressor grid pada pentoda ialah untuk mencegah terjadinya emisi sekunder pada plate yang berakibat menurunkan arus plate.
. Piranti Semikonduktor (Semiconductor Devices)
Semikonduktor :     1. Intrinsik (Semikonduktor Murni)
                                2. Ekstrinsik (Semikonduktor tak murni)
                                                                                            - Dioda
                                                                                 - Transistor
                                                                                 - IC
                                                                                 - Thyristor/SCR
                                                                                 - Triac, Diac, dll
Semikonduktor a/ unsur yang susunan atomnya memiliki elektron
Valensi lebih dari 1 dan kurang dari 8. Tetapi yang paling semikonduktor adalah unsur yang atomnya memiliki 4 elektron valensi .
                                      1< semikonduktor > 8
  1. Semikonduktor Intrinsik, merupakan bahan semikonduktor yang tidak mengandung atom-atom tak-murnian (impuritas) sehingga hantaran listrik yg terjadi pada bahan tsb adalah elektron dan lubang (hole)    prosesnya dipengaruhi oleh keadaan suhu / temperatur 
  2. Semikonduktor Ekstrinsik, merupakan bahan semikonduktor yang mengandung atom-atom pengotor, dimana pembawa muatan didominasi oleh elektron atau lubang saja.
 

Dioda
Dioda adalah komponen elektronik dgn dua (di) elektroda, yaitu Ano- da dan Katoda. Dioda terbentuk dari penggabungan 2 semikonduktor tak murni tipe P dan tipe N. Bahan tipe P akan menjadi Anoda sedangkan bahan tipe N akan menjadi Katoda.
Dioda dapat bekerja apabila diberikan tegangan positif pada kedua elektrodanya. Apabila Anoda dihubungkan dgn tegangan positif catu daya, sedangkan Katoda dihubungkan dgn tegangan negatif, dioda bersifat tahanan tinggi. Tegangan yang dihasilkan disebut Tegangan Maju (Forward Bias).